Sumberanyar, Pasuruan – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 02 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk “Pemanfaatan Daun Kelor sebagai Produk Unggulan Lokal” di Balai Desa Sumberanyar, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, pada Selasa (2/7). Kegiatan ini dihadiri oleh anggota PKK dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Desa Sumberanyar.
Sosialisasi ini merupakan salah satu program kerja unggulan mahasiswa KKN dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, khususnya kaum perempuan dan pelaku UMKM. Tujuan dari kegiatan ini adalah memperkenalkan potensi daun kelor sebagai bahan baku produk olahan bernilai ekonomi, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan manfaat kesehatan dari daun kelor.

Ketua Kelompok KKN 02 UINSA, M Krisna Maulana Ibrahim, dalam sambutannya menyampaikan bahwa daun kelor memiliki kandungan gizi tinggi yang sangat baik untuk kesehatan. “Daun kelor mengandung vitamin A, C, dan E, serta berbagai mineral seperti kalsium dan zat besi dengan dijadikan bubuk, manfaatnya bisa lebih praktis digunakan dan bahkan dijadikan produk seperti stick kelor, mie kelor, dan puding kelor. Dengan ini kami mewakili teman-teman KKN 02 UINSA bersiap mengawal proses hingga akhir.” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi tentang manfaat daun kelor, cara pengolahan menjadi bubuk, hingga strategi pemasaran sederhana bagi UMKM lokal. Acara juga dilengkapi dengan sesi praktik langsung cara menjemur, menumbuk, dan mengemas daun kelor menjadi bubuk siap jual.
Tak hanya itu, mahasiswa KKN juga membagikan brosur dan contoh produk yang sudah jadi seperti stick, mie dan puding dengan sederhana kepada peserta sebagai bahan edukasi lanjutan. Mereka berharap kegiatan ini dapat mendorong terbentuknya kelompok usaha berbasis olahan daun kelor di Desa Sumberanyar.

Sekretaris Desa Sumberanyar, Bapak Senewi, juga memberikan apresiasi kepada mahasiswa KKN 02 UINSA. “Kami bangga dengan inovasi mahasiswa KKN yang mengangkat potensi lokal. Ini sangat sejalan dalam mendukung ketahanan pangan dan ekonomi mandiri, dan juga memiliki dampak positif kepada ibu-ibu posyandu dikarenakan sesuai dengan program yang telah dilaksanakan yaitu menanggulangi stunting” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi ini ditutup dengan sesi diskusi dan rencana tindak lanjut untuk mendampingi kelompok PKK, UMKM, dan Kader Posyandu dalam pengembangan produk kelor lebih lanjut.